Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan

previous arrow
next arrow
Slider

Gain knowledge, Rule the world and Stay humble.

Pentingnya Andil Pemerintah terhadap Sistem Pendidikan di Sulawesi Tengah

Pemenang Lomba Menulis Pendidikan
FKIP Unismuh Palu 2018
Nur Sakinah (Mahasiswa Semester VI Prodi Pend. B. Inggris)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap orang membutuhkan pendidikan. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak tak peduli apapun suku, agama, bahkan ras. Pendidikan bukanlah suatu hal yang baru bagi kita. Kata “pendidikan” tak terdengar asing lagi bagi sebagian besar kalangan, khususnya saya selaku penulis. Banyak orang yang mengatakan bahwa perlu dan pentingnya pendidikan dalam hidup mereka. Mengapa demikian? Ya, karena sejatinya pendidikan  memang memiliki peran penting dalam hidup manusia itu sendiri. Melalui pendidikan seseorang dapat meningkatkan wawasannya, pendidikan dapat mengubah pola pikir seseorang, pendidikan dapat mengangkat status sosial seseorang serta pendidikan merupakan salah satu jalan menuju sukses.

Mengapa pendidikan menempati salah satu tempat yang bisa dijadikan pijakan sebagai jalan menuju sukses? karena, melihat dari kenyataan yang ada tak dapat dipungkiri lagi bahwa orang – orang yang telah berjaya atau sukses itu memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Namun, tidak ada jaminan yang dapat menjamin bahwa hanya orang yang berlatar belakang pendidikan yang baiklah, yang bisa menginjakan kakinya ditangga kesuksesan. Ya, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa pendidikan hanya merupakan salah satu jalan menuju sukses, itu berarti pendidikan bukan jalan utama yang dapat di tempuh untuk menuju sukses. Kenapa ? karena faktanya ada orang – orang tertentu yang dapat mengecap manisnya kesuksesan dalam hidupnya, yang dari segi pendidikannya bisa dikatakan tak seberuntung orang lain yang dapat menamatkan pendidikan mereka hingga ke jenjang perkuliahan. Ada yang hanya tamatan SMP bahkan ada yang tamatan SD tapi, mereka bisa sukses tentunya atas kerja keras mereka. Bagi saya pendidikan tetaplah menempati posisi nomor satu tidak bisa disepelekan, entah itu wanita ataupun lelaki berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Sama halnya dengan lelaki, wanita juga berhak menempuh pendidikan yang diinginkan. Wanita yang berpendidikan akan memiliki pola pikir yang baik, membangun wanita untuk berpendidikan yang baik berarti membangun peradaban yang baik.

Masih berbicara mengenai topik yang sama, pendidikan mempunyai dua elemen penting yang hingga kini tak bisa dipisahkan antara satu sama lain, apalagi kalau bukan guru dan siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa benar adanya guru dan siswa memainkan peranan yang begitu penting untuk menjalankan roda pendidikan itu sendiri. Peran guru dapat terealisasi apabila ada siswa sebagai pelengkapnya dalam proses pembelajaran.

Selama proses pembelajaran berlangsung, baik guru maupun siswa dituntut untuk bisa saling  melengkapi satu sama lain, dapat berinteraksi dengan baik, serta kedua elemen ini harus dapat bekerja sama dengan baik untuk satu tujuan yang dinamakan pendidikan. Apalah arti guru tanpa siswa, begitupun sebaliknya. Tidaklah mudah untuk memperoleh pendidikan yang diinginkan melainkan harus dengan kerja keras, agar terwujud pendidikan yang diinginkan.   

Berbicara mengenai pendidikan, khususnya pendidikan di kota ini yang dominan masyarakatnya menyebut dengan tanah kaili, ya apalagi kalau bukan kota Palu, Sulawesi Tengah. Apa yang terlintas dibenak kalian mengenai sistem pendidikan di Sulawesi Tengah? let’s think, sudah baikkah pendidikan di Sulawesi Tengah, atau sebaliknya ? Mantan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng, Abdul Halim Muharram pernah mengklaim bahwa kualitas pendidikan di Sulteng seharusnya bisa ditingkatkan lagi. Itu artinya kualitas pendidikan di Sulteng bisa kita katakan masih rendah, dikarenakan perlu adanya peningkatan lagi, bukan? Lantas, apakah yang menjadi penyebabnya? menurut saya, hal-hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, pertama masih kurangnya kualifikasi guru, masih adanya guru Sekolah Dasar yang hanya mengantongi ijazah SMA. Seperti yang saya ketahui, bahwa untuk menjadi tenaga pengajar setidaknya seorang guru telah menempuh jenjang pendidikan Strata 1 (S1). Perlunya lagi pertimbangan untuk menyeleksi kembali calon-calon guru yang dapat memenuhi kualifikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas mereka. Faktor kedua, para guru yang telah memenuhi kualifikasi seharusnya tidak hanya dapat diberdayakan di kota atau kabupaten saja, melainkan juga dapat diberdayakan di daerah-daerah yang memang membutuhkan tenaga pengajar seperti desa-desa, tentunya juga harus memiliki kualifikasi yang baik. Ya, perlu adanya pemerataan guru baik di kota maupun di desa. Selanjutnya, masih minimnya sarana dan prasarana yang terdapat di desa-desa yang tidak dapat menunjang kinerja para guru. Kurangnya sarana dan prasarana di suatu sekolah tentunya akan memiliki dampak pada guru serta siswa yang akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Mereka merasa kesulitan dengan minimnya hal tersebut, sehingga mereka bisa saja terhambat dalam proses pembelajaran bahkan tertinggal jauh dari guru-guru yang berada di kota. Faktor terakhir, tapi tak kalah pentingnya adalah akses untuk menuju sekolah. Ya, guru yang mengajar diperkotaan dan kabupaten agaknya tak terlalu memusingkan hal ini, karena akses di kota maupun kabupaten bisa dikatakan mudah untuk dilalui, tidak perlu berjam-jam untuk seorang guru pergi mengajar dikarenakan pembangunan jalan yang sudah terbilang baik. Namun, bagaimana dengan mereka yang berada di desa, yang masih kesulitan untuk mengakses sekolah ? hal ini terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang berada di pedesaan. Sudah sepatutnya akses jalan mereka diperbaiki sehingga dapat memudahkan mereka untuk mengakses jalan menuju sekolah. Baik guru maupun siswa tidak perlu lagi untuk menghabiskan banyak waktu sekedar untuk berangkat ke sekolah. Mereka tidak perlu lagi melewati jalanan becek yang membuat seragam sekolah mereka berlumpur, mereka tidak perlu lagi melewati jalanan yang belum beraspal yang membuat seragam mereka berdebu, dan mereka tidak perlu lagi menyeberangi sungai yang membuat seragam mereka basah kuyup. Agaknya hal-hal inilah yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Untuk itu, kedepannya harapan saya sebatas menginginkan kepada pemerintah mohon untuk  tidak menutup mata akan hal ini. Bukan tanpa sebab, jika faktor-faktor tersebut dapat teratasi dengan baik, bukan tidak mungkin  sistem pendidikan di Sulteng akan menjadi lebih baik. Bukan tidak mungkin generasi selanjutnya dapat bersekolah di tempat yang pendidikannya telah baik. Seorang anak didik yang dibentuk dengan latar belakang pendidikan yang baik, maka akan menghasilkan anak didik yang baik pula dalam kehidupannya. Tidak ada satu pun orang tua yang tidak menginginkan anaknya untuk dapat mengenyam pendidikan  yang layak dan baik, bukan? Bukanlah suatu hal yang aneh bahwa setiap orang tua menyekolahkan anak mereka dengan harapan agar kelak anak-anak mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi anak bangsa yang baik, cerdas serta berbudi pekerti luhur.  Dengan harapan anak-anak mereka dapat menjadi panutan yang baik kelak, serta dapat berbakti kepada agama, bangsa serta negaranya kelak. Inilah yang masih menjadi cita-cita kita bersama juga menjadi cita-cita mulia dari setiap orang tua terhadap anak mereka sehingga kelak dapat terwujud pendidikan yang diinginkan, pendidikan yang layak, pendidikan yang baik, pendidikan yang setiap anak dapat menimbah ilmu tanpa kurangnya suatu apapun. Maka, sangat perlunya andil dari pemerintah untuk dapat merealisasikan hal-hal tersebut.

Bulan Pendidikan lahirkan Karya Muda

 Masih di bulan Mei, masih dalam suasana Bulan Pendidikan bertepatan dengan bulan Ramadhan 1439H, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palu menyelesaikan satu lagi kegiatannya yakni Lomba Menulis Hari Pendidikan Nasional.

Lomba tersebut dimulai sejak akhir April lalu dengan memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa FKIP Unismuh Palu baik dari Program Studi PLS, Pendidikan Bahasa Inggris maupun PG-PAUD untuk turut serta.

 

Peserta lomba adalah mahasiswa yang telah memasukkan tulisan kepada pihak Fakultas untuk diseleksi dan ditetapkan sebagai pemenang. Tema yang diberikan kali ini, yakni Pendidikan di Sulawesi Tengah, bermaksud membuka wawasan dan keingintahuan serta referensi gambar pendidikan yang tampak di sekitar kita, khususnya lingkungan para peserta lomba.

Dari kegiatan ini, ditetapkan tiga pemenang yang memperoleh hadiah uang dan Piagam. Penulis muda ini terdiri dari Dora Akfin Rahadian (Mahasiswa sem.VI Prodi Pend. B. Inggris), Sitti Rahmatulloh (Mahasiswa sem VIII Prodi Pend. B. Inggris) dan Nur Sakinah (Mahasiswa sem VI Prodi Pend. B.Inggris). Hadiah uang dan Piagam diserahkan langsung oleh Dekan FKIP Unismuh Palu, Drs. H. Arsyad Said, S.H., M.Hum. pada hari Rabu, 2 Mei 2018 bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional.

Selamat terucap untuk para pemenang. Semoga akan muncul penulis-penulis muda lainnya yang mampu berbicara lewat pena. Aaamiin.

Workshop Penyusunan RIP dan Renstra Unismuh Palu

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Persaingan yang semakin ketat terkait pemutuan kampus menjadi hal yang berlomba-lomba di lakukan oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Universitas Muhammadiyah Palu pun tidak ingin tertinggal dalam hal ini. Dilaksanakan di Aula Unismuh Palu, Workshop Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) berlangsung selama dua hari penuh, Senin dan Selasa, 23-24 April 2018. Kegiatan yang dinilai sangat penting dalam upaya pengembangan kampus ini diketuai langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Rafiuddin Nurdin, S.P., M.H., M.P.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, Ph.D. yang didahului oleh sambutan dari Rektor Unismuh Palu, Dr. H. Rajindra, S.E., M.M. Sekretaris Dikti Litbang PP Muhammadiyah mengajak seluruh peserta yang hadir untuk selalu mau maju dan berbenah diri, “Biasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa.” ujarnya.

Tidak serta merta langsung mengisi materi, peserta diajak untuk memahami pengelolaan organisasi lewat game. Sesi yang dipimpin oleh Punang Amaripuja, S.E., S.T., M.I.T. ini membuat suasana meriah dan mempererat ikatan antar peserta.

 

FKIP turut serta dalam kegiatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidak dan Perwakilan Prodi. “Kegiatan ini membantu kita memahami bagaimana seharusnya sebuah program kegiatan tercipta. Dimulai dari nilai dasar yang kemudian diangkat menjadi bagian dari Visi, diturunkan menjadi item-item misi dan tujuan, sampai pada strategi dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan strategi tersebut”, simpulnya demikian.

Lain lagi dengan Wakil Dekan Bidak FKM Unismuh Palu, dengan adanya kegiatan ini, beliau menyadari banyaknya kelebihahan yang dimiliki oleh Unismuh Palu yang bisa menjadi kekuatan dalam menyusun strategi pencapaian Visi dan Misi Universitas. (24/4/18)

Peresmian UKM Panahan Unismuh Palu

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Pagi ini, 21 April 2018 bertepatan dengan peringatan hari Kartini, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu meresmikan Unit Kegiatan Mahasiswa Panahan. Peresmian ini diawali dengan pembukaan berupa pembacaan Basmallah oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Selanjutnya, ketua Panitia penyelenggaraan peresmian, Muh,. Rum Abidin, S.Ag, M.Pd. (Wadek III FKIP Unismuh Palu) melaporkan jalannya kegiatan termasuk keberadaan latihan berkuda mengiringi UKM Panahan ini.

previous arrow
next arrow
Slider

Rektor, Dr. H. Rajindra, S.E., M.M. kemudian membuka dengan resmi UKM ini ditandai dengan penyerahan Bow  (Busur) dan Arrow (anak panah). Peresmian UKM makin meriah dengan simulasi memanah yang dilakukan oleh Rektor sendiri, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III dan diikuti oleh pejabat lainnya yang tampak sangat tertarik dengan cabang olah raga yang satu ini.

Dengan adanya peresmian ini, bertambah lagi Unit Kegiatan yang dapat menjadi alternatif pilihan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palu. Saat ini, UKM yang telah berjalan antara lain UKM Tapak Suci, Olah Raga, dan Seni dan Budaya. (21/04/18).

Lomba Menulis 2018

Assalamu’alaikum war.wab.

Buat kamu yang suka menulis, ini kesempatan menarik untuk memasukkan tulisan kalian.

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2018, Kami mengadakan Lomba Menulis dengan tema Pendidikan di Sulawesi Tengah. Judulnya bisa apa saja selama masih dalam lingkup tema yang diberikan. Seluruh mahasiswa FKIP Unismuh Palu baik tingkat pertama hingga tingkat akhir berhak untuk mengikuti lomba ini.

Template:
Font : Times New Roman
Size: 12
Spasi: 1,5
Jumlah Kata: Minimal 1000 kata

Tulisan paling lambat dimasukkan tanggal 25 April 2018.
Tiga orang pemenang tulisan terbaik akan mendapatkan Hadiah masing-masing uang sejumlah Rp.150.000,- dan Piagam Penghargaan.
Tulisan pemenang akan dimuat di situs fkipump.ac.id di laman artikel.

Terima kasih

Wassalam

TVET International Conference 2018

Assalamu’alaikum war.wab.

Universitas Teknologi Malaysia bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palu bermaksud menyelenggaran Seminar Internasional yang akan di laksanakan di Malaysia (UTM) pada tanggal 26-27 November 2018. Untuk itu, diundang rekan-rekan Dosen yang berminat menjadi peserta / pembicara dalam kegiatan tersebut. Konfirmasi keikutsertaan ditunggu paling lambat akhir Mei 2018.

Wassalam

International Pre-Service Teacher Training

Grab the chance, Do not be the viewers only!

Maybe this line should be built in every English Education Study Program Students to motivate them in taking every chance given. Just like what Dora Akfin (Rara) and Susriani (Sri) experienced, Semester VI Students who just followed a students exchange program in Malaysia. They spent their one month (End of February to End of March) by teaching in an elementary school in Malaysia under the partnership with Universitas Muhammadiyah Purwokerto and Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Rara and Sri learned a lot of things from this program, having friends from other country and university, assisting teacher in class, interacting with school staffs, even they had the chance to go to Singapore as a part of the program held by UTM. At the end of the program, they perfomed the traditional song of Kaili (the tribe in Sulawesi Tengah), wearing traditional clothes.
So, students, what are you waiting for?

SEA-Teachers 5th Meeting

Awal pekan ini (2/4/18), Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu) ikut serta dalam 5th Evaluation Meeting Preservice Teacher Exchange in Southeast Asia yang dilaksanakan di Hotel Mercure, Palu Sulawesi Tengah. Kegiatan ini untuk pertama kalinya

diikuti oleh Unismuh Palu dengan mengirimkan Wakil Dekan I FKIP Unismuh Palu, KTU Lab Bahasa Unismuh Palu dan Sekretaris Kantor Urusan Internasional Unismuh Palu. Hasil dari rapat evaluasi kali ini yaitu keterlibatan ratusan Universitas di Asia Tenggara yakni universitas-universitas di Malaysia, Thailand, Philipine, Cambodia, Singapore dan juga Indonesia.

Keterlibatan Unismuh Palu khususnya FKIP kali ini telah diaamiini oleh Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, S.E.,M.M. Beliau mendukung penuh kegiatan ini dan bersedia mengirimkan serta menerima mahasiswa yang ikut dalam program pertukaran ini.

KKN dan PPL Internasional

Assalamu’alaikum war. wab.

Disampaikan kepada seluruh Mahasiswa FKIP Unismuh Palu yang telah menyelesaikan minimal 110 SKS dan akan mengikuti KKN/ PPL Internasional, silahkan menhubungi Jurusan masing-masing untuk kemudian diusulkan nama-namanya ke LPPM.
Program KKN /PPL Internasional akan dilaksanakan mulai 1 Agustus – 10 September 2018.
Negara Tujuan: Malaysia / Thailand / Philiphine / Singapore / Cambodia.
Mengenai biaya dan persyaratan, dapat dikonsultasikan dengan Jurusan dan LPPM.
Sekian.
Wassalam

Peneriman Mahasiswa Baru

FKIP Universitas Muhammadiyah Palu menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019.

Program Studi:
Pendidikan Luar Sekolah
Pendididkan Bahasa Inggris
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Pendaftar dapat di lakukan di:
BAAK Kampus Unismuh Palu
Gedung Rektorat
Jl. Hang Tuah No.114 Palu
No. Tlp (0451) 425627

BROSUR FRONT PAGE
BROSUR BACK PAGE
  • Dari Jabir R.A, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :“Sesungguhnya obat kebodohan itu tak lain adalah bertanya.” HR. Abu Daud
© 2018: FKIP Unismuh Palu | Easy Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress